Tampilkan postingan dengan label harga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2019

3 Hewan Peliharaan Dengan Harga Fantastis Yang Pernah Ada

Harga dari setiap hewan peliharaan yang dijual belikan memiliki tafsiran masing-masing karena seperti halnya kita sebagai manusia jika sudah memiliki rasa cinta atau sayang dengan seekor hewan maka tidak penting lagi berapapun harga yang dibandrol agar kita dapat memiliki hewan tersebut. Bahkan sampai mencapai harga yang tidak wajar pun tetap bukan jadi masalah untuk orang yang sudah mencintai hewan tersebut. Dibawah ini adalah beberapa hewan peliharaan dengan harga super fantastis:

1. Tibetan Mastif 15 Milyar

Hasil gambar untuk Tibetan Mastiff 15 Milyar

Anjing ras Tibetan Mastiff mungkin merupakan salah satu trah anjing yang memiliki sejarah terpanjang. Bukti tersebut bisa dilihat lewat peninggalan-peninggalan purbakala, seperti yang ada di dalam lukisan berumur lima ribu tahun. Dimasa itu, mastiff dipergunakan dan dikenal sebagai anjing penjaga yang setia, terutama menjaga tanah pemilik para bangsawan dan juga sebagai anjing yang gagah berani di medan pertempuran. Pada abad ke-19 mastiff dikenal sebagai anjing aduan yang poluler di Inggris.

Mengapa hewan ini dihargai sangat mahal? Tidak hanya dianggap sebagai warna keberuntungan saja, tapi anjing Mastiff Tibet dianggap sebagai salah satu binatang suci yang memberi berkah kesehatan dan keselamatan bagi pemiliknya. Anjing tersebut dipercaya memiliki jiwa reinkarnasi dari biarawan dan biarawati yang selama hidupnya belum cukup berbuat baik. Ras anjing ini bernama Red Lion pernah laku dengan harga 915.000 Euro atau sekitar 15 milliar.

2. Sir Lancelot Encore Harga 21 Milliar

Hasil gambar untuk Sir Lancelot Encore Harga 21 Milliar

asangan suami istri Edgar dan Nina Otto kehilangan anjing kesayangan mereka bernama Lancelot yang meninggal karena kanker pada tahun 2008. Untuk membawa hewan peliharaannya kembali ke kehidupan tentu tidak mungkin, sehingga mereka memutuskan untuk mengkloning anjing itu. Setelah menghabiskan ribuan dolar untuk mengkloing akhirnya anjing mereka kembali dengan nama Sir Lancelot Encore.

Hewan ini adalah anjing kloning pertama di dunia dan telah menjadi ayah banyak anak anjing. Dana yang dikeluarkan untuk mengkloning hewan ini sebesar $ 16,00,000 atau setara Rp 21 Miliar. Pasangan dari Florida, Amerika Serikat ini menyambut kedatangan Lancelot kembali setahun kemudian. Lancelot Encore terbuat dari DNA yang sama dengan anjing Lancelot sebelumnya yang sangat mereka cintai.

3. Green Monkey 183 Milliar

Hasil gambar untuk Green Monkey 183 Miliar

Green monkey bukanlah seekor kera seperti yang disebutkan beberapa website :). Green monkey adalah nama dari seekor kuda balap. Saat masih berusia dua tahun, kuda cokelat bernama Green Monkey berhasil terjual dengan harga sangat tinggi di sebuah meja lelang. Itu untuk pertama kalinya Green Monkey dihadirkan di hadapan publik. Tawar menawar yang sengit itu membuat harga The Green Monkey meroket dan ditutup di level yang sangat tinggi senilai US$ 16 juta atau Rp 182,9 miliar. Tak heran, angka itu membuatnya dinobatkan sebagai hewan peliharaan termahal di dunia.

Saat itu Green Monkey masih berusia dua tahun dan sama sekali tak memiliki pengalaman di ajang balapan kuda. Butuh beberapa pelatih dan waktu yang cukup lama untuk melatihnya menjadi kuda terbaik di arena balap. Green Monkey dibeli sebagai hewan peliharaan tanpa pengalaman sedikitpun. Setelah itu, tak ada lagi kuda yang berhasi terjual dengan harga yang sama atau melampaui standar Green Monkey. Bahkan Seattle Dancer, telah memenangkan lebih dari tiga kali balapan saja hanya mampu terjual seharga US$ 13,1 juta. Sebelumnya, rekor kuda termahal di dunia memang digenggam Seattle Dancer.

Mengapa harga kuda coklat ini sangat mahal? seminggu sebelum Green Monkey dilelang, dia berhasil berlari dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Bahkan kuda itu dinobatkan sebagai sprinter dan pembalap tercepat sepanjang sejarah. Kabarnya, perang penawaran antara perwakilan Coolmore dan Darly Stud lah yang memicu tingginya harga Green Monkey hingga ratusan miliar rupiah. Demi memenangkan kuda balap itu, Stud menghubungi Sheikh Mohammed pada 2006. Percobaannya berhasil, Stud sukses memenangkan lelang itu dan berhasil membawa pulang Green Monkey.
Share:

Selasa, 04 Juni 2019

Warung Lesehan di Pinggir Jalan ini Mematok Harga Sampai Rp 700 Ribu


Hasil gambar untuk Warung Lesehan di Pinggir Jalan ini Mematok Harga Sampai Rp 700 Ribu

Jangan pernah tertipu dengan tampilan sederhana sebuah warung lesehan. Karena dalam beberapa kasus, warung sederhana ini mematok harga mahal untuk hidangannya, seperti beberapa pengalaman tak mengenakan yang dibagikan warganet.

Seperti baru-baru ini, sebuah warung lesehan yang mematok harga fantastis Rp 700 ribu untuk menu seafood.

Warung lesehan tersebut disebut lokasinya terletak di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sontak, kabar ini menuai perhatian dari khalayak media sosial. Banyak yang melemparkan kritikan hingga hujatan kepada pemilik warung lesehan tersebut, yang dinilai mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Terlebih lagi dijelaskan bahwa pelanggan itu adalah pelanggan satu-satunya yang datang ke warung lesehan sejak warung dibuka sehabis maghrib sampai pukul 22.00 WIB.

Menanggapi berita viral tersebut, Anny (42) selaku pemilik warung lantas angkat bicara.

Menurutnya, bahan-bahan untuk makanan yang dihidangkan berasal dari bahan berkualitas super. Oleh karenanya ia menjual dengan harga tinggi, bukan asal tembak harga seperti yang disangkakan warganet.

“Ada rupa, ada harga,” ujarnya.

“Kami dapat kepiting dari pasar saja harganya bisa Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu per kilogram. Kami pakai jenis kepiting telur dan udang windu yang terkenal besar-besar. Semua fresh, barang-barang dari laut,” ungkap Anny, dilansir today.line.me.

“Kalau dari pasarnya saja mahal, ya jelas kami juga akan jual mahal,” timpalnya.

Anny pun mengaku merasa sangat kesal dengan hujatan warganet yang tidak mendasar.

“Ini aneh saja, saya sudah bertahun-tahun jual di sini. Tapi malah baru viral bahkan dihujat baru-baru ini,” ucap Anny menyayangkan.

Terlebih lagi, mereka tidak tahu kejadian sebenarnya.

Diterangkan olehnya, pembeli tersebut memesan aneka ragam seafood seperti udang, cumi dan kepiting untuk porsi dua orang.

“Kepiting yang kami hidangkan itu beratnya sampai 2 kilogram sehingga harganya menyesuaikan bobot barang. Namun, pembeli tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya kami potong membayar Rp 300 ribu saja,” Anny mengisahkan.

Tapi Anny justru dibuat berang dengan pembeli tersebut. Meski sudah dikasi potongan harga, mereka malah membagikan cerita yang tidak-tidak tentang usaha yang telah ia rintis hampir satu dekade itu.

“Padahal sudah kami potong setengah harganya, malah tidak tahu terima kasih. Semisal pembeli itu membayar total Rp 700 ribu, baru saya ikhlas dikeluhkan di sosial media. Masalahnya, dia sudah dipotong harganya tapi malah seperti itu,” ucap dia kesal.
Share: